Turki Tahan 10 Orang yang Hadiri Acara Berkabung Pelaku Bom Ankara

Turki Tahan 10 Orang yang Hadiri Acara Berkabung Pelaku Bom Ankara

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 18:29 WIB
Turki Tahan 10 Orang yang Hadiri Acara Berkabung Pelaku Bom Ankara
Foto: Reuters
Ankara - Otoritas Turki menggerebek acara keagamaan yang digelar sebagai bentuk berkabung untuk pelaku bom mobil di Ankara yang menewaskan 29 orang. Sedikitnya 10 orang yang hadir dalam acara itu, ditahan otoritas Turki.

Dilaporkan kantor berita Anatolia dan dilansir AFP, Rabu (24/2/2016), mereka yang ditahan menghadiri acara berkabung yang digelar secara tradisional untuk pelaku bom Ankara, pekan lalu. Acara itu digelar di dalam sebuah masjid di distrik Ipekyoulu, kota Van yang banyak dihuni warga Kurdi di Turki.

Kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom ini, Kurdish Freedom Falcons (TAK), menyebut pelaku sebagai warga Kurdi Turki dari kota Van, yang bernama Abdulbaki Somer. Pelaku disebut memiliki nama samaran Zinar Raperin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Turki sebelumnya menyebut pelaku sebagai warga Suriah bernama Salih Necar yang lahir tahun 1992 dan berasal dari wilayah Hasakah, Suriah bagian utara. Turki sangat yakin ledakan itu didalangi kelompok milisi Kurdi Suriah YPG yang bekerja sama dengan milisi Kurdi di Turki.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan DNA: Pelaku Bom Ankara Lahir di Turki, Bukan Suriah

Namun ternyata hasil pemeriksaan DNA menunjukkan pelakunya bernama Abdulbaki Somer yang lahir di kota Van, Turki bagian timur. Informasi itu disampaikan oleh pejabat keamanan senior Turki dan juga media setempat, kantor berita Anadolu yang mengutip sumber kejaksaan setempat.

Disebutkan kantor berita Anatolia, bahwa mereka yang ditahan termasuk saudara laki-laki pengebom, ayah pengebom dan sang imam masjid. Mereka yang ditahan dijerat dakwaan membuat propaganda untuk organisasi teror.

Gambar yang dipublikasikan kantor berita Dogan menunjukkan masjid tempat digelarnya acara berkabung ini dipenuhi foto Somer. Seorang anggota parlemen setempat dari Partai Demokrat Rakyat (HDP) yang pro-Kurdi, Tugba Hezer, juga hadir dalam acara tersebut. Sejumlah laporan menyebut, jaksa setempat telah memulai penyelidikan kriminal terhadap anggota parlemen itu dan mencari tahu apakah kekebalan parlemennya bisa dicabut.

Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengecam kehadiran Hezer sebagai pengkhianatan dan menyerukan kepada HDP untuk mengambil tindakan tegas terhadapnya. "Ikut serta dalam acara berkabung untuk seorang pengebom bunuh diri, yang menumpahkan darah, mengenangnya dengan hormat, merupakan pengkhianatan terbesar," sebutnya.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads