Ledakan di persimpangan lampu merah dekat markas militer Turki di Ankara, pekan lalu, menewaskan 29 orang. Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/2/2016), ledakan itu dipicu oleh mobil yang dipenuhi bom dan diledakkan di dekat bus militer yang berhenti di lampu merah.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu kompak menyebut ledakan itu didalangi oleh kelompok milisi Kurdi Suriah YPG yang bekerja sama dengan milisi Kurdi di wilayah Turki. Menurut otoritas Turki, pelaku yang ada di dalam mobil yang dipenuhi peledak merupakan warga Suriah bernama Salih Necar yang lahir tahun 1992 dan berasal dari wilayah Hasakah, Suriah bagian utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Turki Tahan 3 Tersangka Terkait Ledakan Bom Mobil Ankara
Identitas itu sesuai dengan nama yang disebut militan Kurdi, Kurdistan Freedom Hawks (TAK), yangย mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom mobil itu dalam pernyataannya pada Jumat (19/2) lalu.
"Laporan DNA telah dipublikasikan. Kami melihat bahwa pelaku bukanlah Necar," ucap seorang pejabat keamanan senior Turki kepada Reuters. Pejabat itu enggan menyebut identitasnya karena hasil penyelidikan belum dirilis secara resmi.
"DNA pengebom cocok dengan ayah Abdulabki. Tampaknya pengebom itu Abdulbaki Somer, itulah yang disebutkan dalam laporan," imbuhnya.
Otoritas Turki mengkategorikan YPG sebagai organisasi teroris. Namun dalam konflik Suriah, YPG mendapat dukungan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat yang tengah berjuang melawan militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
(nvc/ita)











































