Hasil Pemeriksaan DNA: Pelaku Bom Ankara Lahir di Turki, Bukan Suriah

Hasil Pemeriksaan DNA: Pelaku Bom Ankara Lahir di Turki, Bukan Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 16:40 WIB
Hasil Pemeriksaan DNA: Pelaku Bom Ankara Lahir di Turki, Bukan Suriah
Foto: REUTERS/Mustafa Kirazli/Cihan News Agency
Ankara - Hasil pemeriksaan DNA terhadap jasad pelaku bom mobil di Ankara, Turki, telah dirilis. Pemeriksaan DNA menunjukkan pelaku lahir di Turki, bukan Suriah seperti yang disebutkan otoritas Turki sebelumnya.

Ledakan di persimpangan lampu merah dekat markas militer Turki di Ankara, pekan lalu, menewaskan 29 orang. Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/2/2016), ledakan itu dipicu oleh mobil yang dipenuhi bom dan diledakkan di dekat bus militer yang berhenti di lampu merah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu kompak menyebut ledakan itu didalangi oleh kelompok milisi Kurdi Suriah YPG yang bekerja sama dengan milisi Kurdi di wilayah Turki. Menurut otoritas Turki, pelaku yang ada di dalam mobil yang dipenuhi peledak merupakan warga Suriah bernama Salih Necar yang lahir tahun 1992 dan berasal dari wilayah Hasakah, Suriah bagian utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ternyata hasil pemeriksaan DNA menunjukkan pelakunya bernama Abdulbaki Somer yang lahir di kota Van, Turki bagian timur. Informasi itu disampaikan oleh pejabat keamanan senior Turki dan juga media setempat, kantor berita Anadolu yang mengutip sumber kejaksaan setempat.

Baca juga: Turki Tahan 3 Tersangka Terkait Ledakan Bom Mobil Ankara

Identitas itu sesuai dengan nama yang disebut militan Kurdi, Kurdistan Freedom Hawks (TAK), yangย mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom mobil itu dalam pernyataannya pada Jumat (19/2) lalu.

"Laporan DNA telah dipublikasikan. Kami melihat bahwa pelaku bukanlah Necar," ucap seorang pejabat keamanan senior Turki kepada Reuters. Pejabat itu enggan menyebut identitasnya karena hasil penyelidikan belum dirilis secara resmi.

"DNA pengebom cocok dengan ayah Abdulabki. Tampaknya pengebom itu Abdulbaki Somer, itulah yang disebutkan dalam laporan," imbuhnya.

Otoritas Turki mengkategorikan YPG sebagai organisasi teroris. Namun dalam konflik Suriah, YPG mendapat dukungan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat yang tengah berjuang melawan militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads