Militer Korsel Ancam Akan Berikan Hukuman Tegas pada Korut

Militer Korsel Ancam Akan Berikan Hukuman Tegas pada Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 14:13 WIB
Militer Korsel Ancam Akan Berikan Hukuman Tegas pada Korut
Tentara Korea Selatan di perbatasan (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Seoul - Militer Korea Selatan (Korsel) memperingatkan Korea Utara (Korut) untuk menghentikan aksi provokasi. Peringatan ini dilontarkan setelah Korut mengancam akan menyerang kantor kepresidenan Korsel atau Blue House di Seoul.

Ancaman itu disampaikan komando tertinggi militer Korut yang marah atas rencana latihan militer gabungan antara Korsel dengan Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, komando tertinggi militer Korut menyebut Blue House sebagai target utama. Korut juga mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah Asia-Pasifik.

Mengenai ancaman tersebut, Korsel menyebut aksi provokasi Korut itu sebagai tindakan ceroboh, yang hanya akan mempercepat runtuhnya sistem kediktatoran di negara komunis tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendorong Korut dengan keras untuk segera menghentikan aksi provokasi yang membawanya pada kehancuran," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer Korsel, seperti dilansir AFP, Rabu (24/2/2016).

Korsel menyatakan, Korut akan menghadapi 'hukuman tegas' jika mengabaikan peringatan Korsel. "Korea Utara harus selalu ingat bahwa mereka bertanggung jawab atas situasi yang muncul akibat provokasi ceroboh mereka, dan kami memperingatkan bahwa hal ini hanya akan mempercepat runtuhnya sistem kediktatoran mereka," imbuh pernyataan tersebut.

Bulan depan, militer Korsel dan AS akan menggelar latihan gabungan tahunan terbesar mereka. Latihan gabungan ini juga sebagai tanggapan atas uji coba nuklir dan peluncuran roket jarak jauh Korut, beberapa waktu lalu.

Beberapa kali, Korut selalu menuding latihan militer gabungan Korsel-AS atau yang disebut Key Resolve/Foal Eagle sebagai latihan untuk menginvasi Korut. Namun Korsel dan AS menyatakan latihan militer itu hanya bertujuan defensif.

Ketegangan di Semenanjung Korea semakin meningkat setelah Korut melakukan uji coba nuklir dan meluncurkan roket yang diklaim membawa satelit pemantau bumi ke orbit. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bahkan tengah mempertimbangkan sanksi lebih keras terhadap Korut.

(nvc/ita)


Berita Terkait