Seperti dilansir CNN, Senin (22/2/2016), bocah bernama King Carter ini, sedang asyik bermain dengan teman-temannya di area Blue Lake Village pada Sabtu (20/2) waktu setempat, ketika tiba-tiba terjadi penembakan.
"Dua pria kulit hitam tak dikenal keluar dari sebuah sedan empat pintu berwarna gelap dan mulai melepas tembakan, mengenai Carter. Pria bersenjata dan sang pengemudi kemudian melarikan diri dari kompleks dengan mobil mereka ke arah yang tidak diketahui," demikian pernyataan kepolisian wilayah Miami-Dade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas, dia (Carter) bukanlah targetnya (penembakan). Dia hanya penonton tidak bersalah, tengah bermain di luar, melakukan apa yang memang dilakukan anak-anak," ucap kepala kepolisian Miami-Dade, Juan Perez, kepada media setempat WPLG afiliasi CNN.
"Saya marah. Para polisi marah. Masyarakat di belakang saya marah, semoga kemarahan mereka cukup membuat mereka memberikan sejumlah informasi yang akan berujung pada penangkapan pelaku," imbuhnya.
Carter dilarikan ke rumah sakit setempat, namun sayangnya bocah 6 tahun ini dinyatakan meninggal dunia. Ayah Carter, Santonio Carter, meminta orang-orang mendoakan putranya. "Baru saja kehilangan anak laki-laki saya, King Carter usia 6 tahun. Anda semua melihat saya bersamanya setiap hari," ucap sang ayah dalam video yang direkamnya dari luar rumah sakit dan diposting ke Facebook.
Crime Stoppers, organisasi non-profit dari masyarakat yang bertujuan menangkap pelaku kriminal dengan memberikan imbalan, menawarkan imbalan US$ 5 ribu (Rp 67 juta) untuk penangkapan pelaku. Walikota Miami-Dade, Carlon Gimenez, juga menawarkan imbalan US$ 20 ribu (Rp 268 juta) untuk setiap informasi soal pelaku.
(nvc/ita)











































