Kerusuhan yang pecah sejak Jumat (19/2) lalu, dipicu oleh unjuk rasa anggota kasta Jat yang ada di pedesaan Haryana. Dampak kerusuhan ini, beberapa distrik terpaksa memberlakukan jam malam untuk warganya.
"Sekitar 19 orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka," ujar pejabat otoritas Haryana, PK Das, seperti dilansir AFP, Senin (22/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota kasta Jat membakar kendaraan dan memblokir jalan (REUTERS/Stringer) |
Das menambahkan, kanal yang menyuplai air ke New Delhi yang sempat diblokir oleh para demonstran, telah dibersihkan. Aksi pemblokiran para demonstran itu sempat memicu kekurangan suplai air untuk wilayah ibukota New Delhi.
Pada Minggu (21/2) waktu setempat, otoritas wilayah Haryana sepakat untuk mengabulkan permintaan anggota kasta Jat, yang merupakan komunitas petani tradisional yang banyak tinggal di India bagian utara dan juga Pakistan.
Dalam unjuk rasa, komunitas Jat meminta diberi kuota lapangan pekerjaan di pemerintahan dan juga untuk kuliah di universitas setempat. Para anggota kasta Jat mengklaim mereka berjuang keras untuk mencari pekerjaan di tengah semakin menguatnya pertumbuhan ekonomi India.
REUTERS/Stringer |
Otoritas India telah mempersiapkan proporsi lapangan pekerjaan dan universitas untuk para Dalit, atau yang disebut juga sebagai 'yang tidak tersentuh', serta kasta terbelakang lainnya. Upaya ini merupakan bagian dari langkah menghapuskan diskriminasi kasta yang telah berlangsung selama berabad-abad.
"Sebagian besar ruas jalan di wilayah tersebut telah dipulihkan kembali dan kami harap situasi bisa terus terkendali," ucap Das.
REUTERS/Adnan Abidi |
(nvc/ita)












































Anggota kasta Jat membakar kendaraan dan memblokir jalan (REUTERS/Stringer)
REUTERS/Stringer
REUTERS/Adnan Abidi