Bahan Radioaktif yang Hilang di Irak Telah Ditemukan

Bahan Radioaktif yang Hilang di Irak Telah Ditemukan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 22 Feb 2016 15:04 WIB
Bahan Radioaktif yang Hilang di Irak Telah Ditemukan
ilustrasi (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Baghdad, - Bahan radioaktif yang hilang di Irak akhirnya ditemukan terbuang di dekat pom bensin di kota Zubair, Irak selatan. Dengan ini berakhirlah spekulasi bahwa bahan radioaktif tersebut bisa jatuh ke tangan militan ISIS dan digunakan sebagai senjata.

Pejabat-pejabat Irak mengatakan seperti dikutip kantor berita Reuters, Senin (22/2/2016), bahan yang tersimpan di dalam sebuah tempat seukuran laptop itu ditemukan dalam keadaan utuh, tanpa kerusakan apapun. Bahan tersebut telah menghilang sejak November 2015 lalu. Awalnya bahan radiokatif itu disimpan di fasilitas penyimpanan milik perusahaan jasa ladang minyak Amerika Serikat, Weatherford di dekat kota Basra, Irak selatan.

Belum jelas bagaimana bahan radioaktif tersebut bisa ditemukan di Zubair, sekitar 15 kilometer sebelah tenggara Basra.

"Seseorang yang melintas menemukan bahan radioaktif dibuang di Zubair dan segera memberitahu aparat keamanan yang pergi bersama tim khusus pencegahan radiasi dan mengambil bahan tersebut," kata kepala panel keamanan dewan provinsi Basra, Jabbar al-Saidi kepada Reuters, Senin (22/2/2016).

"Setelah pemeriksaan awal, saya bisa konfirmasikan alat tersebut utuh 100 persen dan benar-benar tak ada kekhawatiran radiasi," imbuhnya.

Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan bagaimana bahan radioaktif tersebut bisa hilang. "Setelah gagal membawanya keluar kota, para pelaku memutuskan untuk membuangnya," ujar al-Saidi.

"Saya bisa pastikan bahwa ini hanya masalah waktu sebelum kami menangkap mereka yang mencuri bahan radioaktif tersebut," tandasnya.

Bahan radioaktif itu menggunakan sinar gamma untuk menguji kelemahan material yang dipakai untuk jaringan pipa minyak dan gas dalam proses yang disebut industri gamma radiografi. Menurut dokumen, bahan ini dimiliki oleh SGS, perusahaan inspeksi yang berbasis di Istanbul, Turki.

(ita/ita)


Berita Terkait