Juru bicara Angkatan Udara AS, Kapten Bryan Bouchard mengatakam, tak ada korban luka ataupun kerusakan sipil usai jatuhnya drone MQ-9 Reaper tersebut.
"Kecelakaan terjadi di lapangan udara Kandahar," ujarnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (22/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui penyebab jatuhnya drone tersebut. "Otoritas Angkatan Udara AS akan menyelidiki penyebab jatuhnya namun tembakan musuh bukan penyebabnya," imbuh Bouchard.
Drone-drone AS itu biasanya dikendalikan oleh para pilot dari jarak jauh di luar Afghanistan. Pesawat-pesawat tak berawak tersebut kadang bertindak sebagai pesawat pengintai, dan kadang melancarkan serangan rudal ke target-target militan.
Sebelumnya pada November 2015 lalu, sebuah Reaper lainnya yang dioperasikan di pinggiran Kandahar, hancur ketika jatuh di wilayah pegunungan Afghanistan. Penyebab jatuhnya drone tersebut tidak dirilis ke publik, namun militer AS menegaskan, serangan musuh bukan penyebab jatuhnya pesawat tanpa awak itu.
(ita/ita)











































