Angin kencang dan hujan lebat menghancurkan rumah-rumah serta memutus jaringan listrik, air, dan komunikasi di negara berpenduduk 900.000 orang ini. Ibu kota Fiji, Suva lolos dari terjangan setelah perubahan arah badai pada menit terakhir. Demikian dilansir Reuters, Minggu (21/2/2016).
PM Fiji Frank Bainimarama memastikan jumlah korban tewas dan mengumumkan kondisi darurat selama 30 hari. Sekolah-sekolah juga ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Reuters/Jay Dayal |
Kepulauan yang terdiri dari 300 pulau ini dihantam badai tropis Winston pada Sabtu (20/2) kemarin. Seorang pengusaha bernama Jay Dayal yang tinggal di Rakiraki mengatakan bahwa dampak badai ini sangat luas.
"Saya tidak akan kaget apabila orang-orang kini kekurangan makanan. Kondisi ini seperti negara berbeda, ini tidak terlihat seperti Fiji," ujar Dayal.
Lembaga-lembaga kemanusian memperingatkan bahwa Fiji bisa saja menghadapi krisis kesehatan karena terputusnya listrik. Daerah dataran rendah juga rawan, padahal ratusan orang tinggal di sana.
Foto: Reuters/Jay Dayal |
"Kita membutuhkan listrik untuk memastikan pompa berfungsi untuk sterilisasi," kata seorang pejabat Oxfam, Raijeli Nicole.
Warga berbondong-bondong mendatangi 758 pusat evakuasi sementara turis berlindung di dalam ballroom dan ruang konferensi hotel di pesisir pantai. Maskapai Virgin dan Jetstar sudah menunda penerbangan mereka ke Fiji. (imk/rna)












































Foto: Reuters/Jay Dayal
Foto: Reuters/Jay Dayal