Lima tahun sejak digulingkannya Muammar Gaddafi, Libya dalam keadaan tidak stabil dan militan Islam mengambil untung dan melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah lain.
Juru bicara militer yang loyal pada pemerintahan bagian timur Libya, Wanis Boukhamada, mengatakan serangan kerap terjadi di wilayah Boatni. Pasukan militer berperang melawan kelompok-kelompok Islam selama berbulan-bulan.
Dua pemerintahan, satu berbasis di Tripoli dan satunya lagi berada di timur, masing-masing didukung aliansi yang kompleks dengan faksi-faksi bersenjata. Mereka berusaha untuk mengambil kendali negara.
Pada Jumat waktu setempat, pesawat perang Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke arah kamp yang diduga dihuni para militan di bagian barat Libya. Setidaknya dilaporkan ada 50 orang tewas termasuk 2 staf Kedutaan Serbia yang diculik sejak tahun lalu. (dhn/dhn)











































