Presiden Prancis Desak Rusia Berhenti Mendukung Rezim Suriah

Presiden Prancis Desak Rusia Berhenti Mendukung Rezim Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2016 13:54 WIB
Presiden Prancis Desak Rusia Berhenti Mendukung Rezim Suriah
Francois Hollande (Foto: Pool)
Moskow, - Konflik Suriah tak kunjung berakhir. Presiden Prancis Francois Hollande pun mendesak pemerintah Rusia untuk berhenti mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.

"Rusia tak akan berhasil dengan mendukung sepihak Bashar al-Assad. Itu tak mungkin, kita semua melihatnya. Karena tak akan ada hasil di lapangan, tak akan ada negosiasi dan akan selalu ada perang," tutur Hollande dalam wawancara dengan radio Prancis, France Inter seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (20/2/2016).

Atas permintaan pemerintahan Assad, Rusia mulai melancarkan serangan-serangan udara di Suriah pada 30 September 2015. Serangan udara tersebut menurut Rusia, menargetkan kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS di Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat pada Jumat, 19 Februari waktu setempat guna membahas perkembangan terkait konflik Suriah. Sidang tersebut digelar atas permintaan Rusia yang merupakan salah satu negara anggota tetap DK PBB.

Dalam sidang itu, Rusia mengajukan draf resolusi yang meminta DK PBB mengecam meningkatnya aktivitas militer Turki di wilayah Suriah utara. Rusia juga meminta negara-negara untuk menahan diri dari retorika provokatif dan statemen-statemen panas, yang bisa memicu kekerasan lebih jauh dan intervensi pada urusan dalam negeri Suriah.

Namun draf resolusi tersebut ditolak oleh perwakilan AS, Prancis dan Inggris. (ita/ita)


Berita Terkait