Direktur badan intelijen kriminal Uni Eropa (Europol), Rob Wainwright mengatakan, antara 3 ribu hingga 5 ribu militan ISIS telah masuk kembali ke wilayah Eropa, setelah menyelesaikan pelatihan mereka di Timur Tengah.
"Eropa saat ini menghadapi ancaman teror terbesar dalam 10 tahun lebih," tutur Wainwright kepada surat kabar Jerman, Neue Osnabrucker Zeitung seperti dilansir media Press TV, Sabtu (20/2/2016).
Dikatakannya, Eropa harus bersiap karena ISIS atau kelompok teroris lainnya bisa melancarkan serangan di manapun di benua Eropa "dengan tujuan menimbulkan korban jiwa massal di kalangan penduduk sipil."
Wainwright menuturkan, meningkatnya jumlah militan ISIS yang berkeliaran ini merupakan "tantangan yang benar-benar baru" bagi negara-negara anggota Uni Eropa.
Belakangan ini, negara-negara Eropa mengalami peningkatan jumlah warga negaranya yang mencoba bergabung dengan kelompok-kelompok teroris di Timur Tengah, khususnya ISIS.
(ita/ita)











































