Kepolisian Israel mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (20/2/2016), seorang pria Palestina menikam dua polisi di Kota Tua, Yerusalem pada Jumat, 19 Februari waktu setempat. Pria Palestina itu kemudian ditembak dan tewas.
Beberapa jam kemudian di Tepi Barat, seorang warga Palestina mencoba menabrakkan mobilnya ke sekelompok tentara Israel, yang langsung menembakinya. Akibatnya, pria Palestina itu tewas di lokasi kejadian.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, seorang pria Palestina lainnya tewas ditembak tentara-tentara Israel di lokasi lainnya di Tepi Barat. Pria tersebut membawa senjata api otomatis dan sempat menembak para tentara Israel saat terjadi kerusuhan.
Sejak Oktober 2015 lalu, aksi penembakan dan penabrakan mobil oleh warga Palestina telah menewaskan 28 warga Israel dan seorang warga Amerika Serikat. Sedangkan pasukan keamanan Israel telah menewaskan setidaknya 167 warga Palestina, yang sebagian besar merupakan para pelaku serangan.
Maraknya pertumpahan darah ini telah mengundang keprihatinan internasional. Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Nickolay Mladenov, utusan PBB soal perdamaian Israel-Palestina mengatakan, dirinya prihatin atas pertumpahan darah yang telah memasuki "tahap baru yang merisaukan" ini.
Mladenov pun menyerukan para pemimpin Palestina dan Israel untuk menolak hasutan dari apa yang disebutnya sebagai para radikal di kubu kedua pihak.
(ita/ita)











































