Presiden Erdogan Sebut Milisi Kurdi Dapat Pasokan Senjata dari AS

Hardani Triyoga - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2016 02:12 WIB
Foto: REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Press Office/Handout via Reuters
Istanbul - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut senjata buatan Amerika Serikat digunakan kelompok milisi Kurdi yang dinilai bertanggungjawab atas peristiwa ledakan di Ankara yang menewaskan 28 orang. Dia mengatakan isu ini akan dibicarakan dengan Presiden Barack Obama.

Erdogan menyampaikan protesnya karena dukungan AS terhadap rakyat Kurdi Suriah (YPG). Pihak Washington dianggap YPG sebagai sekutu yang bermanfaat memerangi negara Islam. Turki mengecam karena aksi ledakan Ankara dinilai sebagai rangkaian teroris yang dilakukan milisi Kurdi di negara sendiri.

Ditekankan Erdogan, protes keras akan disampaikan langsung kepada Obama.

"Saya akan mengatakan kepadanya, 'Lihatlah bagaimana dan di mana senjata-senjata yang Anda sediakan digunakan oleh mereka'," katanya di Istanbul seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/2/2016).

Sebelumnya, dia sudah menyinggung Obama terkait pasokan senjata AS yang diberikan kepada milisi Kurdi. Bila pasokan tiba, milisi Kurdi yang terdiri dari YPG dan pemberontak kelompok terlarang Kurdi, Kurdistan Workers Party (PKK) mendapat bagian.

"Bulan lalu dalam pertemuan saya dengan dia (Obama, red), saya mengatakan kepadanya AS adalah senjata memasok. Tiga beban pesawat tiba, setengah dari mereka berakhir di tangan Daesh (Negara Islam), dan setengah dari mereka di tangan YPG," ujarnya.

Baik Erdogan dan otoritas pemerintah Turki kompak mengatakan sayap bersenjata YPG, bertanggung jawab atas serangan bom mobil bunuh diri di Ankara, Rabu (17/2/2016). Namun, kelompok sempalan Kurdi berbasis Turki mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu dan mengatakan akan melanjutkan serangan dalam menanggapi kebijakan Erdogan.

"Terhadap siapa senjata-senjata ini digunakan? Mereka gunakan kepada warga sipil yang menyebabkan kematian mereka," tuturnya.

Adapun Amerika Serikat menyatakan pihaknya tak mempertimbangkan YPG sebagai oragnisasi teroris. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Washington tidak dalam posisi untuk mengkonfirmasi atau menyangkal tuduhan Turki bahwa YPG berada di balik pemboman Ankara.

Namun, juru bicara Departemen Luar Negeri AS meminta Turki menghentikan penembakan yang dilakukan baru-baru ini oleh YPG. Pihak sendiri membantah kelompok itu di belakang serangan Ankara.

(hty/dnu)