Salah satu pria yang dipenggal disebut oleh kelompok militan Sinai Province yang merupakan aliansi ISIS di Mesir, sebagai mata-mata untuk intelijen militer Mesir. Sedangkan satu pria lagi disebut sebagai mata-mata untuk militer.
Seperti dilansir AFP, Jumat (19/2/2016), foto pemenggalan itu disebarkan melalui media sosial seperti Twitter sejak Kamis (18/2) malam. Kelompok pemantau militan yang berbasis di Amerika Serikat, SITE Intelligence Group, menyebut foto-foto itu autentik.
Sinai Province selama ini mendalangi serangkaian serangan teror di kawasan Semenanjung Sinai, Mesir yang tercatat telah menewaskan ratusan tentara dan polisi setempat. Aktivitas militan di Sinai semakin meningkat sejak Mohamed Morsi lengser dari kursi presiden Mesir pada tahun 2013 lalu.
Kelompok militan ini mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat maskapai Rusia yang membawa para turis, yang hendak pulang usai berlibur di kawasan wisata Sinai pada Oktober tahun lalu. Sebanyak 224 penumpang dan awak tewas dalam insiden tragis itu.
Dalam pernyataannya, ISIS mengklaim berhasil menyelundupkan sebuah bom ke pesawat maskapai Rusia itu saat berada di bandara Mesir. Sinai Province telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS sejak November 2014 lalu.
(nvc/ita)











































