Akibat penusukan itu, kedua polisi Israel mengalami luka-luka ringan.
"Seorang teroris menyerang skuad perwira dari belakang, menusuk dan menyebabkan mereka terluka ringan, skuad kemudian merespons dengan tembakan dan melumpuhkan teroris itu," demikian disampaikan kepolisian Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (19/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara rumah sakit Shaare Zedek di Yerusalem mengatakan, kedua polisi Israel yang berumur 20-an tahun tersebut saat ini dirawat di rumah sakit itu. Kondisi keduanya stabil.
Aksi penikaman marak di Tepi Barat dan Yerusalem sejak 1 Oktober 2015 lalu. Menurut penghitungan media AFP, aksi penusukan, penembakan dan penabrakan mobil yang dilakukan warga Palestina telah menewaskan 27 warga Israel, seorang warga Amerika dan seorang warga Eritrea.
Sementara di waktu bersamaan, 173 warga Palestina telah tewas ditembak pasukan Israel sejak 1 Oktober tahun lalu. Kebanyakan dari mereka ditembak mati saat hendak atau setelah menusuk tentara maupun warga sipil Israel.
Sebelumnya pada Kamis (18/2) waktu setempat, dua remaja putra Palestina menikam seorang tentara Israel hingga tewas di sebuah supermarket di wilayah Tepi Barat. Seorang warga Israel lainnya terluka usai ditikam dalam insiden tersebut. Sedangka kedua remaja Palestina tersebut kemudian ditembak, dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. (ita/ita)











































