Seperti dilansir media setempat, Today's Zaman, Jumat (19/2/2016), pemeriksaan keamanan di pintu masuk bandara Ataturk di Istanbul ditingkatkan sejak Kamis (19/2) waktu setempat, atau sehari setelah ledakan bom di Ankara. Setiap mobil yang hendak masuk ke kompleks bandara menjalani pemeriksaan ketat.
Cihan News Agency |
Pemeriksaan tambahan dilakukan dengan melibatkan alat pendeteksi bekas bahan peledak. Alat pendeteksi ini merupakan perlengkapan keamanan yang mampu mendeteksi bekas-bekas peledak pada benda-benda lainnya.
Cihan News Agency |
Dilaporkan kantor berita Cihan, kepolisian setempat telah memeriksa secara detail sejumlah kendaraan mencurigakan yang ada di dalam maupun di luar bandara.
Cihan News Agency |
Selain melakukan pemeriksaan, polisi juga menggunakan komputer untuk memasukkan informasi identifikasi sejumlah penumpang ke dalam sistem pemeriksaan informasi umum (GBT), demi memastikan penumpang itu tidak terikat surat perintah penangkapan maupun penahanan.
Cihan News Agency |
Dalam pernyataan sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu kompak menyebut ledakan bom itu didalangi milisi Kurdi Suriah atau Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) yang bekerjasama dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Namun baik YPG maupun PKK telah membantah terlibat ledakan itu.
Erdogan menyebut sebanyak 14 orang lainnya telah ditahan dari sejumlah wilayah Turki terkait ledakan ini.
Baca juga: Erdogan Pastikan Milisi Kurdi Suriah Pelaku Serangan Bom Mobil di Ankara
(nvc/ita)












































Cihan News Agency
Cihan News Agency
Cihan News Agency
Cihan News Agency