Meski Tak Akur dengan Turki, Rusia Kecam Ledakan Bom Mobil di Ankara

Meski Tak Akur dengan Turki, Rusia Kecam Ledakan Bom Mobil di Ankara

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Feb 2016 19:46 WIB
Meski Tak Akur dengan Turki, Rusia Kecam Ledakan Bom Mobil di Ankara
Foto: REUTERS/Tumay Berkin
Moskow - Meski dilanda ketegangan dengan Turki, otoritas Rusia turut mengecam ledakan bom mobil yang merenggut 28 nyawa di Ankara. Insiden ini, menurut Rusia, menunjukkan perlunya upaya bersama dari dunia internasional untuk melawan terorisme.

"Kremlin mengecam keras aksi teroris yang terjadi kemarin (17/2) di Ankara, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban tewas dan mengharapkan kesembuhan segera bagi korban luka-luka dalam serangan itu," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan setempat seperti dilansir media setempat, sputniknews.com, Kamis (18/2/2016).

Baca juga: Bom Mobil Tewaskan 28 Orang, Media Turki Sebut Pelakunya Warga Suriah

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peskov menekankan kembali seruan Presiden Vladimir Putin untuk menyelesaikan akar persoalan krisis pengungsi di Eropa, yakni dengan mencegah perpecahan dan destabilisasi sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, dengan mendukung persatuan, stabilitas dan keamanan.

"Kejahatan biadab ini tidak bisa dibiarkan saja tanpa dihukum. Dalang dan pelakunya harus bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Apa yang terjadi, sekali lagi, membuktikan perlunya persatuan seluruh pemerintah dalam memerangi terorisme internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Ledakan bom mobil di Ankara pada Rabu (17/2) menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 61 orang lainnya. Otoritas Turki menyebut pelaku di balik ledakan bom ini sebagai warga negara Suriah. Media lokal Turki bahkan menyebut identitas pelaku sebagai Salih Necar, yang diyakini masuk ke Turki bersama para pengungsi Suriah lainnya.

Baca juga: PM Turki Salahkan Milisi Kurdi Atas Bom Mobil yang Tewaskan 28 Orang

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu kompak menyebut ledakan bom itu didalangi milisi Kurdi Suriah atau Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) yang bekerja sama dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Namun baik YPG maupun PKK telah membantah terlibat ledakan itu.

Erdogan menyebut sebanyak 14 orang lainnya telah ditahan dari sejumlah wilayah Turki terkait ledakan ini.

Baca juga: Erdogan Pastikan Milisi Kurdi Suriah Pelaku Serangan Bom Mobil di Ankara

(nvc/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini