"Kremlin mengecam keras aksi teroris yang terjadi kemarin (17/2) di Ankara, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban tewas dan mengharapkan kesembuhan segera bagi korban luka-luka dalam serangan itu," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan setempat seperti dilansir media setempat, sputniknews.com, Kamis (18/2/2016).
Baca juga: Bom Mobil Tewaskan 28 Orang, Media Turki Sebut Pelakunya Warga Suriah
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejahatan biadab ini tidak bisa dibiarkan saja tanpa dihukum. Dalang dan pelakunya harus bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan. Apa yang terjadi, sekali lagi, membuktikan perlunya persatuan seluruh pemerintah dalam memerangi terorisme internasional," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Ledakan bom mobil di Ankara pada Rabu (17/2) menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 61 orang lainnya. Otoritas Turki menyebut pelaku di balik ledakan bom ini sebagai warga negara Suriah. Media lokal Turki bahkan menyebut identitas pelaku sebagai Salih Necar, yang diyakini masuk ke Turki bersama para pengungsi Suriah lainnya.
Baca juga: PM Turki Salahkan Milisi Kurdi Atas Bom Mobil yang Tewaskan 28 Orang
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu kompak menyebut ledakan bom itu didalangi milisi Kurdi Suriah atau Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) yang bekerja sama dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Namun baik YPG maupun PKK telah membantah terlibat ledakan itu.
Erdogan menyebut sebanyak 14 orang lainnya telah ditahan dari sejumlah wilayah Turki terkait ledakan ini.
Baca juga: Erdogan Pastikan Milisi Kurdi Suriah Pelaku Serangan Bom Mobil di Ankara
(nvc/mad)










































