Disampaikan organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Kamis (18/2/2016), bahwa serangan udara koalisi AS mengenai empat desa di Provinsi Hasakeh yang dikuasai ISIS pada Kamis (18/2). Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah.
Disebutkan Observatory, sebanyak 9 anggota ISIS juga tewas dalam serangan udara di empat desa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara lainnya di wilayah berbeda di Provinsi Hasakeh, menurut Observatory, menewaskan 26 anggota ISIS pada hari yang sama.
Sedangkan pada Selasa (16/2), sedikitnya 15 warga sipil lainnya tewas akibat serangan udara koalisi AS di kota Al-Shadadi. Dengan demikian, jumlah total korban sipil yang tewas akibat serangan udara koalisi AS di Provinsi Hasakeh mencapai 38 orang sejak Selasa (16/2).
Koalisi pimpin AS dilaporkan terus meningkatkan serangan di wilayah Hasakeh, semenjak aliansi Pasukan Demokratis Suriah yang dipimpin Kurdi meluncurkan operasi melawan ISIS di wilayah tersebut. Pasukan aliansi itu berhasil mengalahkan ISIS di beberapa bagian wilayah Hasakeh sebelumnya.
Mereka didukung oleh koalisi AS yang memulai operasi udaranya melawan ISIS di Suriah pada September 2014. Namun selama ini, koalisi AS tergolong jarang mengakui jatuhnya korban sipil dalam serangan udaranya.
Pada Januari lalu, koalisi AS mengakui jatuhnya tiga korban tewas dalam serangan udara di dekat Raqqa, tahun 2015 lalu. Tapi saat itu koalisi AS hanya menyebut 'kemungkinan' jatuh korban sipil akibat serangan udaranya, tanpa memberikan pernyataan yang lebih tegas.
(nvc/mad)











































