Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (18/2/2016), Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menyatakan, orang-orang yang ditahan merupakan anggota sindikat pemalsu dokumen. Tidak dijelaskan lebih lanjut proses penangkapan 14 orang itu, namun semuanya kini ditahan di Moskow.
"Dicurigai membuat dokumen palsu untuk orang-orang yang bepergian ke Suriah dengan tujuan ikut serta dalam pertempuran di pihak IS (nama lain ISIS) dan juga untuk militan yang dikirimkan ke Rusia oleh pemimpin IS demi melakukan aksi teror," sebut FSB dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sindikat pemalsu dokumen ini, menurut FSB, banyak membuat dokumen palsu untuk warga Rusia, juga warga negara-negara bekas Uni Soviet lainnya. FSB menyebut, pihak kepolisian masih mencari sejumlah orang lainnya yang menggunakan jasa sindikat pemalsu dokumen.
Ribuan warga Rusia diketahui telah pergi ke Suriah untuk bertempur melawan pasukan pemerintah Suriah. Otoritas Rusia mengkhawatirkan kembalinya para militan asal Rusia itu ke negaranya untuk melakukan serangan teror.
Banyaknya warganya yang bertempur bersama militan setempat di Suriah, menjadi salah satu alasan Rusia melancarkan serangan udara di wilayah Suriah sejak September 2015 lalu. Serangan udara Rusia itu juga dimaksudkan untuk mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad yang merupakan sekutu lamanya.
(nvc/ita)











































