Dalam pernyataannya, seperti dilansir media Turki, Daily Sabah, Kamis (18/2/2016), Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, dirinya merasa ngeri dengan serangan bom ini. Merkel juga mendoakan keluarga korban tewas dan juga korban luka.
"Saya memberitahu rakyat Turki: Kami, warga Jerman, merasakan penderitaan kalian," ucap Merkel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Turki Selidiki Pelaku Ledakan Bom Mobil yang Tewaskan 28 Orang
Perwakilan Tinggi Uni Eropa yang juga Wakil Presiden Uni Eropa Federica Mogherini, turut menyampaikan simpati mendalam untuk rakyat Turki usai ledakan bom mobil ini. Mogherini menyatakan dukungan dan solidaritas Uni Eropa untuk Turki.
"Kami bersama Turki dan rakyatnya, dalam masa-masa sulit seperti ini dan berdiri bersama orang-orang yang menderita akibat kekerasan dan terorisme semacam ini," demikian pernyataan otoritas Uni Eropa.
Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyampaikan kecaman terhadap ledakan bom mobil ini. "Pikiran dan doa kami untuk keluarga yang berduka," demikian pernyataan mereka.
"Tidak diragukan Turki akan bisa memberantas momok terorisme dengan kemauan keras dan tekad yang tak tergoyahkan," demikian disampaikan.
Baca juga: Bom Mobil Tewaskan 28 Orang, Media Turki Sebut Pelakunya Warga Suriah
Sedangkan Sekjen NATO Jens Stoltenberg menyebutkan, tidak ada pembenaran bagi aksi mengerikan semacam ini. "Sekutu NATO berdiri bahu-membahu dalam memerangi terorisme," tegasnya.
Ucapan belasungkawa lainnya yang disertai kecaman juga datang dari Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond. "Pikiran saya tertuju pada korban serangan teror #Ankara. Inggris mengecam dengan keras aksi kekerasan tak masuk akal ini," tulis Hammond lewat akun Twitter-nya.
(nvc/ita)











































