Dilansir AFP, Kamis (18/2/2016) AS menegaskan sebagai mitra NATO dan sekutu utamanya, Turki menjadi solidaritas utama. AS akan bersama-sama dengan Turki dalam memerangi terorisme.
"Amerika Serikat mengutuk keras serangan yang dilancarkan oleh teroris terhadap personel militer Turki serta warga sipil di Ankara hari ini," kata Juru Bicara Wakil Departemen Luar Negeri AS Mark Toner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan melakukan pembalasan terhadap pelaku. Serentetan serangan di Turki ini diduga oleh salah satu kelompok jihad yang juga pemberontak Kurdi.
Bom mobil tersebut meledak ketika konvoi bus militer yang membawa puluhan tentara berhenti di lampu merah di pusat Kota Ankara. Ledakan tersebut kemudian menyebabkan kepanikan dan kekacauan di sekitarnya.
Sedangkan Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Ned Harga menyebut Turki sebagai anggota terhormat dari koalisi untuk memerangi kelompok ISIS dan terorisme. "Kerja sama dan dukungan antara kami dalam memerangi terorisme akan terus berlangsung," ucap Ned Harga. (yds/bpn)











































