Sejurus kemudian, mereka menyaksikan gumpalan asap tebal yang naik ke udara di pusat Kota Ankara, Turki. Turki kembali diguncang bom.
Masih belum pulih dari ingatan setelah tahun lalu 100 orang tewas akibat bom. Sirine dari mobil polisi dan ambulance merang-raung, bergegas menuju ke tempat kejadian yang terletak di kawasan kompleks militer dan parlemen Turki.
Ketenangan malam di Ankara, akhirnya berubah menjadi kepanikan yang mencekam. Ada lima juta penduduk yang beraktifitas di Kota Ankara.
Pemerintah Turki mengatakan sedikitnya 28 orang tewas akibat serangan bom yang ditunjukan kepada sebuah bus yang membawa personel militer. Sisanya sebanyak 61 orang luka-luka.
"Saat kejadian, saya berada di sebuah jalan utama sekitar 500 meter dari lokasi kejadian," kata Gurkan (25) salah seorang warga seperti dilansir AFP, Kamis (18/2/2016).
"Orang-orang kemudian mulai berlarian ke segala arah. Mereka panik karena mendengar ledakan yang sangat kuat. Aku melihat bola api yang cukup besar mengembang," lanjutnya.
Sebelumnya pada bulan Oktober tahun lalu, sebanyak 103 orang tewas dalam ledakan bom bunuh diri. Dan saat itu merupakan serangan paling berdarah dalam sejarah Turki.
ISIS diduga berada di balik serangan mematikan tersebut. Sementara itu, belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman pada Rabu (17/2) kemarin. (yds/bpn)











































