Dengan dikawal delapan jet tempur AS dan Korsel, pesawat yang mampu menghindari radar ini, mendarat di Pangkalan Udara Osan, dekat kota Pyeongtaek, yang berjarak sekitar 70 kilometer sebelah selatan perbatasan Korut.
Pesawat siluman AS mendarat di Pyeongtaek, Korsel (REUTERS/Kim Hong-Ji) |
Seperti dilansir AFP, Rabu (17/2/2016), pengerahan empat pesawat siluman AS yang biasanya bermarkas di Okinawa, Jepang ini, merupakan langkah terbaru AS dalam meningkatkan pertahanan Korsel usai uji coba nuklir Korut yang keempat, bulan lalu.
"Misi ini untuk menunjukkan kekuatan (aliansi AS-Korsel)," sebut Komandan Angkatan Udara AS Armada Ketujuh, Letnan Jenderal Terrence J O'Shaughnessy, kepada wartawan.
"Keputusan kedua negara untuk mempertahankan stabilitas di Semenanjung Korea," imbuhnya.
Tentara AS mengawasl pesawat siluman di Pyeongtaek (REUTERS/Kim Hong-Ji) |
Terrence menyebut pesawat tempur F-22 Raptor sebagai pesawat tempur paling teruji di dunia, dan pengerahan ini sebagai upaya AS menjaga komitmen teguhnya untuk pertahanan Korsel.
Bulan lalu, pesawat pengebom B-52 milik AS mengudara di atas wilayah Korsel, juga dalam rangka memamerkan kekuatan pada Korut, usai uji coba nuklir negara komunis itu.
Komandan Angkatan Udara AS Armada Ketujuh, Letnan Jenderal Terrence J O'Shaughnessy (kiri) bersalaman dengan Komandan Angkatan Udara Korsel Lee Wang-geun (kanan) (REUTERS/Kim Hong-Ji) |
(nvc/ita)












































Pesawat siluman AS mendarat di Pyeongtaek, Korsel (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Tentara AS mengawasl pesawat siluman di Pyeongtaek (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Komandan Angkatan Udara AS Armada Ketujuh, Letnan Jenderal Terrence J O'Shaughnessy (kiri) bersalaman dengan Komandan Angkatan Udara Korsel Lee Wang-geun (kanan) (REUTERS/Kim Hong-Ji)