Sempat Ditahan di Bahrain, 4 Jurnalis AS Dibebaskan

Sempat Ditahan di Bahrain, 4 Jurnalis AS Dibebaskan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 17 Feb 2016 11:12 WIB
Sempat Ditahan di Bahrain, 4 Jurnalis AS Dibebaskan
Anna Day (REUTERS/Jesse Ayala/Handout via Reuters/Files)
Manama - Empat warga negara Amerika Serikat yang ditahan di Bahrain, akhirnya dibebaskan. Seorang wartawan wanita dan tiga awak kameranya dilepaskan setelah diinterogasi atas tudingan ikut serta dalam perkumpulan ilegal di Bahrain.

Dalam pernyataan sebelumnya, otoritas Bahrain mengakui tentaranya menangkap empat warga negara AS ketika mereka ikut bersama sekelompok penyabotase yang mendalangi kerusuhan di desa Sitra. Mereka ditemukan membawa kamera dan komputer.

Unjuk rasa di Sitra, sebuah desa Syiah di wilayah Manama, berujung bentrokan antara tentara Bahrain dengan para demonstran dalam beberapa hari terakhir. Unjuk rasa itu digelar untuk memperingati 5 tahun menyebarnya Kerusuhan Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan, seperti dilansir Reuters, Rabu (17/2/2016), kantor jaksa Bahrain memerintahkan pembebasan empat warga AS itu setelah menginterogasi mereka, dengan didampingi pengacara.

Namun otoritas Bahrain tidak menyebut identitas keempat warga AS itu. Sedangkan pihak pengacara dan kelompok asosiasi wartawan Reporters Without Borders mengidentifikasi mereka sebagai satu wartawan wanita bernama Anna Day dan tiga kamerawannya, yang semuanya berkewarganegaraan AS.

Baca juga: 4 Wartawan AS Ditahan di Bahrain Saat Meliput Bentrokan

Kepada wartawan, juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner menyebut pejabat AS diperbolehkan mendampingi keempat warganya ketika mereka ditahan. Namun Toner menolak berkomentar lebih lanjut dengan alasan hukum privasi AS.

Sementara itu, keluarga jurnalis yang ditahan mengaku lega mengetahui mereka telah dibebaskan dan telah meninggalkan Bahrain.

"Kami bersyukur pada otoritas Bahrain atas keputusan cepat mereka dalam isu ini dan kepada Kedutaan Besar AS di Bahrain serta pejabat Departemen Luar Negeri AS yang bekerja tanpa lelah membantu mereka," demikian pernyataan pihak keluarga.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads