Seperti dilansir AFP, Selasa (16/2/2016), pengadilan distrik Tokyo menyatakan Yasuo Yamamoto (41) bersalah atas dakwaan mengganggu operasi kantor PM Abe. Dalam persidangan, Yamamoto mengakui dirinya memang menerbangkan drone hingga ke kantor PM Abe pada April tahun lalu.
Namun Yamamoto menyangkal dakwaan yang dijeratkan kepadanya. Seperti dilaporkan Jiji Press, Yamamoto bersikeras bahwa tindakannya itu merupakan cara dirinya mengekspresikan perlawanannya terhadap penggunaan kekuatan nuklir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yamamoto yang seorang pengangguran ini mengirimkan drone yang membawa pasir terkontaminasi radioaktif itu pada 9 April 2015 dan drone itu tiba di atap kantor PM Abe pada 22 April tahun yang sama.
Sebuah blog, yang dilaporkan dikelola oleh Yamamoto, menjelaskan bagaimana pasir dari Fukushima dimasukkan ke dalam botol dan dipasang pada drone dengan disertai sebuah kartu untuk menyuarakan perlawanan terhadap energi atom. Fukushima merupakan lokasi reaktor nuklir yang meleleh setelah gempa dan tsunami melanda Jepang pada Maret 2011 lalu.
Jejak-jejak radiasi terdeteksi di Fukushima, namun dilaporkan kadarnya terlalu rendah untuk membahayakan kesehatan manusia.
(nvc/nrl)











































