Saat perang Prancis-Prusia, tentara Jerman menduduki seluruh Paris selama lebih dari 4 bulan pada tahun 1870. Surat balon udara menjadi satu-satunya cara untuk berkomunikasi dari Paris ke wilayah Prancis lainnya. Biasanya surat yang dipasang pada balon udara akan diterbangkan pada malam hari. Pada saat itu, ratusan ribu surat lewat balon udara telah sampai pada tujuannya dengan baik.
Seperti dilansir AFP, Selasa (16/2/2016), salah satu surat yang diterbangkan dengan balon udara itu ditemukan di Australia dan berada di tangan Arsip Nasional Australia sejak beberapa tahun lalu. Surat itu ditandatangani pada 6 Desember 1879 di Prancis oleh seorang pria Charles Mesnier (atau Mesmier) dan ditujukan kepada ibunya dengan alamat Monsieur Grussin (atau Grossin) di 8 Place de la Ville, Pont-Audemer di Normandy, pinggiran Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat ini diserahkan kepada kantor Arsip Nasional cabang Brisbane, dari Museum Pos dan Telegraf Queensland pada tahun 2001, tapi tanpa disertai informasi jelas soal asalnya. Baru ketika ada proyek gabungan antara Arsip Nasional Australia dengan Arsip Nasional Prancis, asal usul surat itu diketahui.
Dalam surat yang bentuknya rapuh tersebut, sang anak mengabarkan kepada ibunya bahwa dia dalam kondisi sehat. "Kami tidak makan daging setiap hari dan ketika kami mendapatkannya, tidak terlalu banyak, tapi kami bisa melewatinya dengan mudah dan tidak ada yang mengeluh," tulis pria bernama Mesnier itu.
National Archives of Australia/AFP Photo/File |
(nvc/ita)












































National Archives of Australia/AFP Photo/File