Jasad Misterius Ditemukan di Pesawat Kargo AS Tujuan Afsel

Jasad Misterius Ditemukan di Pesawat Kargo AS Tujuan Afsel

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Feb 2016 14:52 WIB
Jasad Misterius Ditemukan di Pesawat Kargo AS Tujuan Afsel
Ilustrasi (Saul Loeb/AFP)
Harare -
Sesosok mayat ditemukan secara misterius di dalam pesawat kargo Amerika Serikat tujuan Afrika Selatan (Afsel). Pesawat kargo ini membawa uang tunai untuk Bank Sentral Afsel.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/2/2016), temuan ini terjadi ketika pesawat kargo jenis MD11 yang dimiliki oleh perusahaan Western Global Airlines, yang berbasis di Florida, AS ini sedang berhenti di bandara domestik Harare, Zimbabwe untuk mengisi bahan bakar pada Minggu (14/2) waktu setempat.

Otoritas penerbangan sipil Zimbabwe tidak sengaja menemukan sesosok jasad di dalam pesawat kargo itu. Mereka pun memutuskan menahan pesawat itu di Harare dan menyelidiki insiden ini lebih lanjut. Otoritas setempat dan juga awak pesawat bingung dengan adanya temuan jasad itu. Terdapat enam awak pesawat dan sejumlah pejabat dari Bank Sentral Afsel di dalam pesawat kargo tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangat disayangkan, ditemukan penumpang gelap di dalam pesawat dan otoritas setempat berusaha memperjelas temuan ini," ucap Duta Besar Afsel untuk Zimbabwe, Vusi Mavimbela, kepada Reuters, Selasa (16/2/2016).

"Dari mana orang ini masuk ke sana? Kapan dan bagaimana? Karena awak (pesawat) dan otoritas Bank Sentral yang menemani kargo itu tidak menyadarinya," imbuhnya.

Kepolisian setempat menyatakan, penyelidikan terkait temuan jasad ini masih terus dilakukan. Tidak banyak komentar yang diberikan polisi.

Tidak dijelaskan lebih lanjut nasib awak pesawat kargo itu dan para pejabat Bank Sentral Afsel. Namun televisi setempat, ZBC TV, melaporkan bahwa awak pesawat itu terdiri atas dua warga negara AS, satu warga negara Afsel dan satu warga negara Pakistan.

"Jasad itu diduga penumpang gelap yang mungkin telah masuk ke dalam pesawat di pemberhentian sebelumnya," demikian pernyataan perusahaan pemilik pesawat kargo itu, Western Global Arilines, dalam email kepada Reuters.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads