Prancis dan Turki Sebut Serangan Rusia di Suriah Kejahatan Perang

Prancis dan Turki Sebut Serangan Rusia di Suriah Kejahatan Perang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 16 Feb 2016 10:59 WIB
Prancis dan Turki Sebut Serangan Rusia di Suriah Kejahatan Perang
dampak serangan Rusia di Suriah (Foto: REUTERS/Khalil Ashawi)
Damaskus, - Serangan rudal Rusia yang menewaskan sekitar 50 warga sipil Suriah menuai kecaman internasional. Pemerintah Prancis menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang.

Pada Senin, 15 Februari waktu setempat, serangan rudal-rudal menghantam sejumlah rumah sakit, sekolah dan target-target sipil lainnya di Suriah. Serangan rudal itu disebut-sebut dilakukan oleh militer Rusia.

"Saya mengecam keras serangan baru yang disengaja terhadap rumah sakit," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (16/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan-serangan terhadap fasilitas medis merupakan kejahatan perang," imbuhnya.

Kecaman serupa disampaikan pemerintah Amerika Serikat. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan, serangan-serangan tersebut terjadi di tengah gencarnya seruan untuk menghindari menyerang warga sipil di Suriah.

"Ini menimbulkan keraguan akan kesediaan dan/atau kemampuan Rusia untuk membantu menghentikan kebrutalan rezim Assad (Presiden Suriah Bashar al-Assad) terhadap rakyatnya sendiri," cetus Kirby.

Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 50 warga sipil tewas ketika serangan rudal menghantam sejumlah target sipil pada Senin (15/2) waktu setempat, termasuk lima pusat medis dan dua sekolah di kota Azaz, Suriah yang dikuasai pemberontak, yang berada di dekat perbatasan Turki.

Atas serangan rudal tersebut, pemerintah Turki juga menuding Rusia melakukan kejahatan perang terang-terangan. Kementerian Luar Negeri Turki pun mengingatkan adanya konsekuensi yang lebih besar dan serius, jika Rusia tidak segera menghentikan serangan-serangan tersebut. (ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads