Seperti dilansir Reuters, Senin (15/2/2016), empat warga negara China, yang tiga orang di antaranya dari Hong Kong, ditangkap dan segera diadili terkait temuan sabu ini. Keempatnya didakwa mengimpor dan memproduksi 720 liter sabu cair yang disita polisi Australia ini.
REUTERS/Jason Reed |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan penyitaan methamphetamine cair terbesar dalam sejarah Australia dan salah satu penyitaan narkoba terbesar dalam sejarah negara kami," sebut Menteri Kehakiman Michael Keenan kepada wartawan di Sydney.
Sabu cair disembunyikan di dalam silikon bra (CNN) |
Disebutkan Keenan, penyitaan sabu cair sebanyak 720 liter ini merupakan hasil investigasi gabungan antara otoritas Australia dengan Komisi Pengendalian Narkotika Nasional China.
Penyitaan narkoba terbesar di Australia terjadi pada tahun 2014 lalu, ketika polisi berhasil menyita ekstasi dan sabu yang diimpor dari Eropa dengan nilai mencapai Aus$ 1,5 miliar atau setara Rp 14 triliun.
REUTERS/Jason Reed |
Tahun lalu, otoritas Australia menyatakan epidemi sabu kristal dan meluncurkan pasukan khusus secara nasional untuk memberantas narkoba. Menurut data Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia, sekitar 2,1 persen warga Australia menggunakan narkoba jenis methamphetamine atau amphetamine sepanjang tahun 2014.
Sedangkan China sendiri merupakan 'produsen' prekusor (senyawa kimia) terbesar di dunia, yang banyak digunakan untuk memproduksi narkoba. Otoritas China juga berjuang menghadapi narkoba, dengan Komisi Pengendalian Narkotika Nasional China mencatat ada sekitar 14 juta pecandu narkoba pada tahun 2014 di wilayahnya.
(nvc/ita)











































REUTERS/Jason Reed
Sabu cair disembunyikan di dalam silikon bra (CNN)
REUTERS/Jason Reed