Seperti dilansir Reuters, Minggu (14/2/2016), pernyataan kelompok Al-Shabaab itu disampaikan melalui pesan elektronik. Kelompok pemberontak ini mengaku ingin melakukan pembalasan terhadap Barat.
"Harakat Al-Shabaab Al Mujahidin melakukan operasi udara sebagai pembalasan atas kejahatan yang dilakukan oleh koalisi tentara salib Barat dan badan-badan intelijen mereka terhadap Muslim Somalia," tulisnya dalam pernyataan melalui email.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini dilaporkan melukai dua orang yang ada di dalam pesawat. Namun kemudian otoritas Somalia menemukan sesosok jasad di dekat ibukota Mogadishu, yang diyakini sebagai korban yang jatuh dari pesawat Daallo Airlines yang dilanda ledakan tersebut.
Al-Shabaab merupakan kelompok ekstremis yang mendalangi sejumlah aksi kekerasan di dalam dan sekitar Somalia dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa serangan teror Al-Shabaab ditargetkan terhadap wisatawan, salah satunya serangan terhadap kompleks restoran-hotel di kawasan wisata pantai Mogadishu bulan lalu. (imk/rna)










































