Berdasarkan informasi dari kantor berita AFP, Minggu (14/2/2016), selain dua tentara tewas, beberapa lainnya juga mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
ISIS regional Mesir melancarkan pemberontakan di Semenanjung Sinai yang membuat pertempuran bergolak dan menewaskan ratusan tentara dan polisi. Pemberontakan tersebut dimulai sejak Presiden Mohamed Morsi digulingkan oleh militer Mesir pada 2013 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat berjenis Airbus 321 milik maskapai Kogalymavia itu awalnya hendak terbang ke St Petersburg Rusia dari Sharm El-Sheikh, Mesir. Sekitar 23 menit setelah lepas landas pesawat dinyatakan hilang dari radar.
(rna/imk)











































