"Kebijakan ini, yang dibenarkan untuk sementara, tak bisa berkelanjutan dalam jangka panjang," kata Valls dalam wawancara dengan kelompok media regional Jerman, Funke seperti dilansir Press TV, Sabtu (13/2/2016).
Ditegaskan Valls, kapasitas terbatas bukan hanya pada Jerman, namun juga pada seluruh negara Eropa untuk menerima para pengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kritikan senada juga disampaikan PM Rusia Dimitri Medvedev.Β Dicetuskannya, kebijakan pemerintah Jerman menyambut para pengungsi itu merupakan kegagalan total.
"Cukup bodoh untuk membuka lebar-lebar pintu Eropa dan mengundang masuk semua orang yang ingin datang ke negara Anda," cetus Medvedev dalam wawancara dengan surat kabar bisnis Jerman, Handelsblatt.
"Kebijakan migrasi Eropa merupakan kegagalan total, semuanya itu benar-benar menakutkan," imbuhnya.
Saat ini benua Eropa tengah menghadapi aliran pengungsi dalam jumlah masiv, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pengungsi tersebut datang dari zona-zona konflik di Afrika dan Timur Tengah, khususnya Suriah. Sekitar 1,1 juta pencari suaka telah masuk ke Jerman pada tahun 2015 lalu. Hal ini menimbulkan kritikan luas terhadap kebijakan Merkel soal pengungsi. (ita/ita)











































