Soal Pengungsi, PM Rusia Sebut Kebijakan Jerman Bodoh dan Gagal Total

Soal Pengungsi, PM Rusia Sebut Kebijakan Jerman Bodoh dan Gagal Total

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2016 17:19 WIB
Soal Pengungsi, PM Rusia Sebut Kebijakan Jerman Bodoh dan Gagal Total
pengungsi Suriah (Foto: Getty Images)
Moskow, - Perdana Menteri (PM) Rusia Dimitri Medvedev mengkritik kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel soal pengungsi. Dicetuskannya, kebijakan pemerintah Jerman menyambut para pengungsi itu merupakan kegagalan total.

"Cukup bodoh untuk membuka lebar-lebar pintu Eropa dan mengundang masuk semua orang yang ingin datang ke negara Anda," cetus Medvedev dalam wawancara dengan surat kabar bisnis Jerman, Handelsblatt.

"Kebijakan migrasi Eropa merupakan kegagalan total, semuanya itu benar-benar menakutkan," imbuhnya seperti dilansir media Press TV, Sabtu (13/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditekankan Medvedev, dirinya mengakui soal nilai-nilai besar untuk kemanusiaan dan ingin membantu para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik di tanah air mereka. Namun diingatkannya, "di antara orang-orang ini, ada pula banyak, mungkin ratusan, atau bahkan ribuan penjahat yang datang ke Eropa untuk sebuah misi yang akan segera dilakukan."

Saat ini benua Eropa tengah menghadapi aliran pengungsi dalam jumlah masiv, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pengungsi tersebut datang dari zona-zona konflik di Afrika dan Timur Tengah, khususnya Suriah. Sekitar 1,1 juta pencari suaka telah masuk ke Jerman tahun 2015 lalu. Hal ini menimbulkan kritikan luas terhadap kebijakan Merkel soal pengungsi.

Namun pada 30 Januari lalu, Merkel membela kebijakannya soal pengungsi. Menurutnya, para pencari suaka dari Suriah dan Irak nantinya akan kembali ke tanah air mereka begitu konflik berakhir.

"Kita perlu untuk mengatakan pada orang-orang ini bahwa ini hanya status residensial sementara dan kita berharap agar begitu ada perdamaian kembali di Suriah, begitu ISIS dikalahkan di Irak, Anda kembali ke negara asal Anda dengan pengetahuan yang telah Anda raih," tutur Merkel. (ita/ita)


Berita Terkait