"Prancis menghormati Rusia dan kepentingannya ... Namun kita tahu bahwa untuk menemukan jalan menuju perdamaian kembali, bombardir Rusia terhadap warga sipil harus dihentikan," ujar Valls seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (13/2/2016).
Hal tersebut disampaikan Valls dalam pidatonya di konferensi keamanan yang digelar di kota Munich, Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kelompok oposisi dan warga Suriah menyatakan, serangan udara Rusia itu telah merenggut nyawa banyak warga sipil di daerah-daerah sipil yang jauh dari garis depan pertempuran.
Bahkan menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights pada Januari lalu, hampir 1.400 warga sipil Suriah dilaporkan tewas sejak Rusia memulai kampanye udaranya. Menurut Observatory, serangan-serangan udara Rusia juga telah menewaskan setidaknya 965 militan ISIS serta 1.233 petempur dari berbagai kelompok pemberontak.
(ita/ita)











































