"Kami siap bekerja sama dengan Arab Saudi... saya yakin Iran dan Arab Saudi bisa memiliki kepentingan yang sama di Suriah," ujar Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (13/2/2016).
Hal tersebut disampaikan pejabat Iran itu dalam pidatonya di konferensi tahunan keamanan global di Munich, Jerman pada Jumat, 13 Februari waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zarif mengatakan, dirinya terinspirasi dari tercapainya kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia pada Juli 2015 lalu. Menurutnya, kesepakatan bersejarah itu dan pencabutan sanksi internasional terhadap Iran menunjukkan bahwa, masalah-masalah bisa diselesaikan lewat diplomasi.
"Kita punya kesempatan yang sama, tantangan yang sama, ancaman yang sama," ujar Zarif seraya menekankan, bahwa inilah waktunya untuk "mengesampinbgkan masa lalu dan memiliki paradigma baru untuk masa depan."
Hubungan Iran dan Saudi memanas sejak eksekusi ulama terkemuka Syiah, Nimr al-Nimr oleh otoritas Saudi pada Januari lalu. Saudi bahkan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah kedutaannya di Teheran diserang oara demonstran Iran yang marah atas eksekusi ulama tersebut.
(ita/ita)











































