Disampaikan otoritas setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/2/2016), bahwa sekitar 4.100 para pencari suaka yang kini ada di Finlandia membatalkan permohonan suaka mereka. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah hingga mencapai 5 ribu orang dalam beberapa bulan ke depan.
"Anak saya sakit, saya harus pulang ke rumah," ucap pengungsi Irak di Finlandia, Alsaedi Hussein, yang telah membeli tiket pesawat untuk pulang ke Baghdad di sebuah agen travel kecil di ibukota Helsinki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar pengungsi Irak yang memutuskan pulang kampung mengaku mereka ingin kembali ke keluarga mereka. Namun tidak sedikit juga yang mengakui kecewa dengan kondisi kehidupan di Finlandia.
"Beberapa orang menyebut kondisi di Finlandia dan lamanya proses permohonan suaka tidak sesuai harapan mereka, atau tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan orang-orang yang mereka bayar untuk membawa mereka ke sini," tutur staf Organisasi Migrasi Internasional (IOM), Tobias van Treeck.
"Beberapa orang mengatakan mereka tidak suka makanan di sini, cuacanya terlalu dingin atau mereka merasa tidak disambut baik di Finlandia. Ada banyak alasan," timpal Hassan soal berbagai alasan yang mendasari para pengungsi Irak pulang kampung.
Nyaris 80 persen pengungsi di Finlandia yang memilih pulang kampung merupakan pengungsi asal Irak. Hanya sekitar 22 orang dari total 877 pengungsi Suriah dan sekitar 35 orang dari total 5.214 pengungsi Afghanistan, yang memutuskan pulang ke negara asalnya. Sepanjang tahun 2015 lalu, Finlandia menerima sejumlah besar pengungsi yang mencapai 32.500 orang, atau sekitar 10 kali lipat lebih banyak dari tahun 2014 yang hanya mencapai 3.600.
Kebanyakan pengungsi Irak membayar tiket pesawat dengan uang mereka sendiri, namun ada juga yang meminta bantuan pada Kedutaan Besar Irak di Helsinki. Tahun lalu, IOM dan otoritas Finlandia memberikan bantuan keuangan pada sekitar 631 pengungsi yang ingin pulang ke negaranya.
(nvc/nwk)










































