Kanada Hentikan Serangan Udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah Bulan Ini

Kanada Hentikan Serangan Udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah Bulan Ini

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Feb 2016 17:04 WIB
Kanada Hentikan Serangan Udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah Bulan Ini
Ilustrasi (Reuters)
Ottawa - Otoritas Kanada mengumumkan akan mengakhiri serangan udara melawan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Irak dan Suriah pada bulan ini. Militer Kanada akan memulangkan enam jet tempurnya pada 22 Februari mendatang.

Penghentian operasi militer ini merupakan bagian dari pemenuhan janji kampanye yang pernah dibuat oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Dalam kampanye pada Oktober tahun lalu, Trudeau menjanjikan untuk mengakhiri serangan udara terhadap ISIS.

Namun keputusan ini bertentangan dengan opini publik di Kanada, di mana mayoritas publik mendukung misi memerangi ISIS. Seperti dilansir AFP, Selasa (9/2/2016), Trudeau menyebut misi militer Kanada melawan ISIS hanyalah pencapaian wilayah dan militer jangka pendek dan bukan untuk stabilitas masyarakat lokal untuk jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Enam jet tempur F-18 milik Kanada akan ditarik dari misi di Irak dan Suriah. Namun sebagai gantinya, seperti dituturkan Menteri Pertahanan Kanada Hargit Sajjan dalam konferensi pers bersama Trudeau dan pejabat senior lainnya, militer Kanada akan meningkatkan tiga kali lipat jumlah pasukan khusus yang melatih milisi Kurdi di Irak menjadi 210 personel.

Sedangkan pesawat pengisi bahan bakar CC-150T Polaris dan dua pesawat pengintai CP-140 Aurora masih akan melanjutkan misi dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat di Irak dan Suriah. Pengerahan pasukan khusus ini akan berlangsung hingga 31 Maret 2017. Penarikan pesawat tempur Kanada ini dilihat sebagai pukulan simbolis terhadap koalisi internasional pimpinan AS yang terdiri atas 65 negara anggota. Kanada menjadi kontributor terbesar keempat dalam koalisi itu.

Tidak hanya itu, pemerintah Kanada akan memberikan bantuan sebesar 1,6 miliar dolar Kanada atau Rp 15,6 triliun sebagai bantuan kemanusiaan dan pembangunan serta upaya lainnya untuk tiga tahun ke depan. Dana itu juga termasuk bantuan untuk Yordania dan Libanon yang selama ini dilanda krisis pengungsi.

"Itu untuk menangani krisis di Irak dan Suriah dan juga menangani dampaknya di Yordania, Libanon dan sekitarnya," imbuh Menteri Luar Negeri Kanada, Stephane Dion dan Menteri Pengembangan Internasional Marie-Claude Bibeau.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini