Terpilih sebagai Ms Indonesisch 2016 adalah Tessa Wowor yang masih memiliki darah Kawanua, dengan runner up Ayudiareka Bierboom dan pemenang ketiga Brenda Blokker.
Sementara itu Arthur Stoker merebut gelar pemenang Mr Indonesisch 2016, dengan runner up Laurens Tan dan Jordy van den Berg di posisi ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memandang penting peran generasi muda dalam memperkuat hubungan Indonesia-Belanda dan bangga semakin banyak generasi muda Belanda ikut mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia, termasuk melalui kegiatan ini," ujar KUAI RI Den Haag Ibnu Wahyutomo dalam sambutannya.
Menurut KUAI, pihaknya siap untuk bekerjasama dalam kegiatan pembinaan generasi muda dan promosi Indonesia di Belanda, sekaligus mengapresiasi Yayasan Anak Belajar yang cukup aktif berperan dalam hal ini.
"Diharapkan melalui kegiatan sejenis, generasi muda Belanda semakin mengenal dan mencintai Indonesia," demikian KUAI.
Malam Grand Final Ms/Mr Indonesisch 2016 diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari 7 peserta putra dan 13 peserta putri. Mereka sebelumnya telah lolos babak pendahuluan yang diselenggarakan di Aula Nusantara KBRI Den Haag (9 Januari 2016).
Acara dibuka dengan penampilan koor ansamble semua peserta dengan menyanyikan lagu "Sayange" karya penyanyi Belanda keturutan Maluku, Johny Manuhutu, yang dijadikan theme song kegiatan.
Selanjutnya, masing-masing peserta menampilkan kemampuannya mengeksplorasi budaya Indonesia melalui tari, keterampilan, olahraga/ beladiri serta presentasi mengenai budaya dan pariwisata Indonesia.
Para peserta juga unjuk kebolehan dalam peragaan busana. Sebanyak 6 orang juri dari KBRI Den Haag, Yayasan Anak Belajar, Yayasan Nusantara, pengamat mode, pengamat tari dan pengamat bakat menguji kemampuan dan wawasan masing-masing peserta melalui berbagai pertanyaan.
Untuk memperkuat upaya mempromosikan Indonesia juga ditampilkan demosntrasi silat ''Tapak Suci Almere'', tari-tarian dari beberapa grup seni tari antara lainย Dwi Bumi, Nuansa Seni dan Bali Dance Art, serta musik Indo Rock and Jazz. Juga ada bazar yang menjual makanan dan produk Indonesia.
Kontes Ms/Mr Indonesich ini diselenggarakan oleh Yayasan Anak Belajar (YAB), Mutiflex Management BV bekerjasama dengan Yayasan Nusantara dan KBRI Den Haag.
KUAI beserta Ibu Resti Wahyutomo berkesempatan menyematkan selendang pemenang dan mahkota kepada Ms dan Mr Indonesisch 2016.
Malam Grand Final yang dipadati lebih dari 750 pengunjung dipandu oleh Riana Westra (Ms Indonesisch 2014 dan alumni peserta beasiswa BSBI) dan Ajeng Megiandini (Ms Indonesisch 2010). (es/hri)











































