Turki Tegaskan Selalu Siap Tampung Pengungsi Suriah

Turki Tegaskan Selalu Siap Tampung Pengungsi Suriah

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2016 21:00 WIB
Turki Tegaskan Selalu Siap Tampung Pengungsi Suriah
Ilustrasi Pengungsi Suriah (Foto: REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Ankara - Turki kembali menegaskan bahwa negaranya tetap terbuka terkait kebijakan di perbatasan Suriah. Dan saat ini, sebanyak 55.000 warga Suriah terpaksa kabur dari rumah mereka menuju wilayah Turki.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu usai bertemu dengan beberapa rekannya dari Uni Eropa di Amsterdam. Kepada wartawan, Cavusoglu menyampaikan bahwa tak ada perubahan kebijakan di dalam negeri Turki terkait pengungsi Suriah.

"Kami masih mempertahankan kebijakan mengenai terbukanya perbatasan untuk orang-orang yang ingin melarikan diri dari agresi, rezim serta serangan udara dari Rusia," kata Cavusoglu seperti dilansir dari AFP, Sabtu (6/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah lebih dari 5.000 pengungsi Suriah kami terima dan yang lainnya, 50.000 hingga 55.000 pengungsi sedang dalam perjalanan dan kita tidak bisa meninggalkan mereka," lanjutnya.

Laporan dari perbatasan, Turki saat ini sedang mempersiapkan ruangan baru di kamp-kamp pengungsian untuk para pendatang baru. Mereka adalah pengungsi yang melarikan diri dari Kota Aleppo yang merupakan kota terbesar kedua di Suriah.

Pasukan rezim Suriah didukung oleh milisi sekutu dan juga serangan udara militer Rusia. Mereka melancarkan serangan besar di wilayah Aleppo bagian utara pada Senin (1/2), dengan tujuan merebut sejumlah wilayah yang dikuasai pemberontak anti-Assad dan memutus rute suplai pemberontak ke Turki.

Kota Aleppo yang pernah menjadi kota penggerak ekonomi Suriah ini, dikuasai kelompok pemberontak di bagian timur dan rezim Assad di bagian barat sejak pertengahan tahun 2012. Rute suplai utama pemberontak dari Turki berhasil diputus pada Rabu (3/2), setelah tentara rezim Assad menghancurkan markas pemberontak di kota Nubol dan Zahraa.

Tentara loyalis Assad berhasil memasuki dua kota itu pada Kamis (4/2) dengan disambut sorakan warga setempat, yang menyerukan slogan pro-pemerintah Suriah. Namun hal ini juga memicu eksodus puluhan ribu warga yang takut terjebak konflik. (yds/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads