Dilaporkan media Inggris, The Guardian dan dilansir Reuters, Jumat (5/2/2016), langkah pencegahan ini diberlakukan demi memberantas nyamuk yang menjadi pembawa virus Zika dari Brasil. Disampaikan pejabat kesehatan Inggris, sejauh ini 26 negara di benua Amerika dipastikan dilanda virus Zika. Brasil menjadi negara yang paling parah dilanda virus Zika. Namun virus ini juga ditemukan Meksiko, Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Di Inggris, belum ada satupun dilaporkan kasus terinfeksi virus Zika. Namun pernah ada kasus dua warga dewasa terinfeksi virus Zika di wilayah Irlandia, yang kini dilaporkan sudah sembuh total.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sebagai pencegahan, otoritas Inggris mengumumkan kepada seluruh maskapai untuk memastikan dilakukannya penyemprotan insektisida pada seluruh penerbangan dengan rute negara-negara yang dipastikan dilanda virus Zika. Penyemprotan insektisida dimaksudkan untuk mengurangi risiko penumpang digigit nyamuk di dalam pesawat.
Prosedur semacam ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh mayoritas penerbangan dari wilayah-wilayah yang rawan penyakit, juga sebagai pencegahan malaria. Prosedur ini sesuai dengan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa. Nyamuk Aedes Aegypti yang mampu mentransmisikan virus Zika, sangat besar kemungkinannya tidak bisa bertahan hidup dan berkembang biak di wilayah Inggris karena suhu udara yang relatif rendah.
"Penyemprotan insektisida (disinsection) menjadi langkah pencegahan wajib untuk mengurangi risiko pada penumpang dalam penerbangan ke Inggris. Saya ingin memastikan risiko bagi warga Inggris sangat rendah. Kami menyarankan orang-orang yang bepergian ke area terdampak untuk mengurangi risiko digigit dengan mengenakan pengusir nyamuk, pakaian lengan panjang dan celana panjang," ujar Menteri Kesehatan Publik Inggris, Jane Ellison.
"Wanita hamil diminta mempertimbangkan untuk bepergian ke negara-negara dengan virus Zika, atau, jika bepergian tidak bisa dihindari, mereka wajib mencari saran medis dari dokter atau klinik setempat sebelum bepergian," imbuhnya.
Pada 2 Februari lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menyatakan keadaan darurat virus Zika secara global. Infeksi virus Zika dikaitkan dengan meningkatnya kasus mikrosefali, yakni kondisi tidak bisa disembuhkan di mana bayi-bayi lahir dengan ukuran kepala tidak normal dan lebih kecil, dengan otak yang tidak berkembang.
Baca juga: Florida AS Umumkan Keadaan Darurat Virus Zika
(nvc/ita)











































