"Dengan risiko insiden terjadinya infeksi baru dari virus Zika di banyak negara dan hubungan kuat antara infeksi virus Zika dengan mikrosefali dan konsekuensi klinis lainnya, tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah tidak menyarankan pemberian transfusi darah bagi orang yang kembali dari wilayah yang terpapar wabah virus Zika," ujar WHO dalam pernyataan resminya seperti dilansir AFP, Jumat (5/2/2016).
WHO resmi menyatakan dunia berada dalam keadaan darurat atau global emergency akibat virus Zika. Artinya, keberadaan virus itu telah menjadi perhatian atau kekhawatiran internasional, bukan hanya di negara-negara yang sudah nyata terdampak seperti Amerika Latin dan Amerika Utara. Hal ini karena infeksi virus Zika diduga terkait dengan peningkatan kasus mikrosefali pada bayi dan kelumpuhan langka yang disebut dengan sindrom Guillain-Barre.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Travel advisory ini diberikan mengingat sebagian besar kasus infeksi virus Zika dilaporkan terjadi pada orang-orang yang baru saja bepergian ke negara terdampak.
Di sisi lain WHO juga mencatat, infeksi virus Zika saat ini sudah ditemukan di 25 negara, dari yang sebelumnya hanya ditemukan di beberapa negara di kawasan Amerika Latin. Alasan inilah yang ditengarai ikut mendorong WHO untuk menetapkan status global emergency pada virus Zika.
(rni/kha)











































