Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj menyebut serangan ini memalukan dan meminta para pelakunya ditindak tegas. Swaraj tengah berusaha meredakan ketegangan diplomatik yang dipicu insiden ini.
"Kami sangat sedih atas insiden memalukan terhadap gadis Tanzania di Bengaluru," ucap Sushma melalui akun Twitternya, merujuk pada kota yang banyak dihuni mahasiswa asing, seperti dilansir AFP, Kamis (4/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekelompok orang itu mengeroyok mahasiswi ini dan teman laki-lakinya pada Minggu (31/1) malam waktu setempat. Aksi pengeroyokan ini merupakan balasan atas kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pengemudi asal Sudan yang menabrak wanita setempat hingga tewas.
Dalam laporannya kepada polisi setempat, mahasiswi ini menyebut sekelompok orang menyerang mobilnya ketika dia tengah melaju di dekat lokasi kecelakaan, kurang dari satu jam setelah kecelakaan terjadi.
"Mobil kami dibakar. Mereka menarik-narik kaos saya hingga robek, meninggalkan saya tanpa pakaian. Mereka terus menyerang kami dan kami berlari menyelamatkan diri," tutur mahasiswi yang tidak disebut namanya seperti dikutip media setempat, Times of India.
"Teman saya dan saya masuk ke dalam bus. Tapi sopirnya tidak melajukan bus dan penumpang lain melempar kami keluar. Seorang pejalan kaki yang menawarkan kaosnya juga ikut diserang," imbuhnya.
Komisioner polisi Bangalore, NS Megharikh menyatakan lima orang telah ditangkap terkait pengeroyokan ini. Polisi menyebut insiden ini sebagai insiden kerusuhan di jalanan dan tidak didasari motif rasialisme. "Kami telah menangkap lima tersangka pagi ini, setelah menginterogasi mereka pada Rabu (3/2) malam," tuturnya kepada AFP.
(nvc/nwk)











































