Giulio Regeni yang merupakan mahasiswa yang kuliah di Cambridge University, Inggris ini dilaporkan menghilang pada 25 Januari lalu. Menurut temannya, Regeni menghilang setelah meninggalkan rumahnya di distrik kelah menengah atas di Kairo untuk bertemu seorang teman di pusat kota.
Disampaikan otoritas keamanan setempat, seperti dilansir Reuters, Kamis (4/2/2016), jasad Regeni dibawa ke kamar mayat Kairo. Penyebab kematian Regeni masih belum diketahui pasti. Namun kasus Regeni ini dianggap bisa melukai upaya Mesir untuk membangun kembali citranya sebagai negara stabil demi menarik lebih banyak wisatawan dan investor asing, setelah bertahun-tahun dilanda konflik dan kekerasan militan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban ditemukan di pinggir jalan," imbuh sumber itu.
Dituturkan sumber lainnya dari kantor jaksa setempat, saat memeriksa jasad korban, jaksa menemukan luka bekas tusukan pada bahu korban dan juga luka sayatan di telinga serta hidung korban. Ditambahkan sumber itu, jasad Regeni ditemukan dalam keadaan setengah telanjang di dekat jalan raya yang menghubungkan Kairo dengan Alexandria.
Menteri Industri Italia Federrica Guidi mempersingkat kunjungannya di Mesir pada Rabu (3/2), setelah kematian Regeni dilaporkan. Mewakili pemerintah Italia, Guidi meminta otoritas Mesir menyelidiki kematian Regeni dengan mendalam.
Berdasarkan salinan CV yang ditunjukkan oleh teman Regeni, diketahui bahwa pemuda Italia itu bisa berbicara empat bahasa dan memenangkan sejumlah beasiswa. Penelitian doktoral yang sedang dijalaninya fokus pada serikat perdagangan di Mesir, usai kerusuhan melanda negara tersebut pada tahun 2011 lalu yang melengserkan Presiden Hosni Mubarak.
Baca juga: Hilang di Mesir, Mahasiswa Italia Diduga Telah Meninggal
(nvc/ita)










































