Seruan tersebut disampaikan Asosiasi Pilot Maskapai China dalam surat terbuka seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (4/2/2016). Dalam surat terbuka tersebut, asosiasi memuji para pilot China yang telah terbang selama 8,46 juta jam tahun 2015 lalu, dengan hanya "segelintir" pilot yang egois ataupun hedonistik.
Asosiasi juga mengatakan, sejumlah pilot telah terlibat prostitusi, perjudian, mengemudi sambil mabuk dan penyelundupan. Perilaku seperti itu "sangat menantang hukum dan garis-garis dasar moral". Namun tidak disebutkan nama-nama pilot yang terlibat praktik tercela tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut para pengamat, publikasi ini dimaksudkan untuk memastikan para pilot tetap mempertahankan kepatuhan mereka akan keselamatan.
"Keselamatan adalah segalanya di China," kata Joe Tymczyszyn, mantan direktur eksekutif Program Kerjasama Aviasi AS-China. "Jika ada sedikit saja penyimpangan dalam keselamatan, maka akan ada hukuman yang tegas, keras," tandasnya. (ita/ita)










































