Disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia kepada kantor berita Ria Novosti dan dilansir AFP, Kamis (4/2/2016), penasihat militer Rusia itu tengah menjalankan misi melatih tentara loyalis Presiden Bashar al-Assad dengan menggunakan jenis senjata baru di Suriah.
Dia terkena luka parah akibat serangan pada Senin (1/2) waktu setempat, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Namun tidak disebut lebih lanjut oleh Kementerian Pertahanan Suriah soal lokasi serangan ISIS itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebut lebih lanjut identitas tentara Rusia yang tewas di Suriah itu. Namun penasihat militer Rusia ini merupakan tentara Rusia ketiga yang tewas sepanjang operasi militer Rusia di Suriah, sejak September 2015 lalu.
Pemerintah Rusia melancarkan serangan udara di wilayah Suriah untuk membantu rezim Assad, sekutu lama Rusia. Mereka menyatakan tidak mengerahkan tentara di lapangan. Dalam pernyataan pada Rabu (3/2) waktu setempat, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan pihaknya akan terus membombardir Suriah hingga kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS dikalahkan.
Dengan didukung serangan udara Rusia, tentara Suriah berhasil meraih kemenangan dalam beberapa minggu terakhir. Pada Rabu (3/2), rezim Assad berhasil memutus rute suplai yang menghubungkan kelompok pemberontak di Aleppo dengan perbatasan Turki.
Baca juga: Rusia Tak Akan Hentikan Serangan Udara di Suriah Sampai Teroris Dikalahkan
(nvc/ita)











































