Penembakan itu terjadi pada Rabu, 3 Februari waktu setempat di Gerbang Damaskus, yang merupakan salah satu pintu masuk ke Kota Tua Yerusalem. Seperti dilansir media Press TV, Kamis (4/2/2016), otoritas Israel mengklaim ketiga warga Palestina tersebut bersenjatakan pistol, pisau dan bahan peledak. Mereka menyerang beberapa polisi Israel yang mendekati mereka untuk memeriksa kartu identitas.
Setidaknya dua polisi wanita Israel mengalami luka-luka dalam insiden penyerangan itu. Namun salah satu polisi tersebut kemudian dilaporkan meninggal akibat luka-luka parah yang dialaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi-aksi penyerangan serupa telah marak terjadi sejak Oktober 2015 lalu. Aksi penikaman, penembakan dan penabrakan mobil yang dilakukan warga Palestina, sejauh ini telah menewaskan lebih dari 26 warga Israel dan seorang warga Amerika Serikat.
Sedangkan pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 170 warga Palestina dalam gelombang kekerasan tersebut. Sebagian besar warga Palestina yang tewas itu adalah para pelaku serangan. Sementara beberapa warga Palestina lainnya tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan Israel saat berlangsung aksi-aksi demo. (ita/ita)











































