Giulo Regeni (28) yang kuliah di Cambridge University, Inggris, menghilang sejak 25 Januari lalu, tepat saat peringatan 5 tahun kerusuhan yang mengakhiri kepemimpinan Hosni Mubarak selama 30 tahun. Peringatan itu diwarnai ketegangan dengan penangkapan beberapa aktivis setempat.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (3/2/2016), salah satu teman Regeni, Amr Assad menuturkan, Regeni menghilang setelah meninggalkan rumahnya di kawasan menengah ke atas, untuk menemui seorang temannya di pusat kota Kairo. Tidak diketahui pasti apakah Regeni ikut serta dalam peringatan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telepon genggamnya tidak aktif sejak saat itu..," imbuhnya.
Dituturkan Assad yang telah dimintai keterangan oleh kepolisian setempat, otoritas Mesir tampaknya belum tahu persis apa yang terjadi pada Regeni.
Seorang sumber keamanan Mesir menyatakan, pihaknya masih mencari keberadaan mahasiswa Italia itu. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Mesir terkait kasus ini. Sedangkan Kedutaan Besar Italia di Mesir menyatakan, pihaknya bekerja sama secara erat dengan otoritas Mesir untuk mencari tahu keberadaan Regeni. Dalam pernyataannya pada Minggu (31/1), Kementerian Luar Negeri Italia hanya menyampaikan keprihatinan atas kasus ini.
Berdasarkan salinan CV yang ditunjukkan oleh teman Regeni, diketahui bahwa pemuda Italia itu bisa berbicara empat bahasa dan memenangkan sejumlah beasiswa. Penelitian doktoral yang sedang dijalaninya fokus pada serikat perdagangan di Mesir, usai kerusuhan melanda negara tersebut.
(nvc/ita)











































