Kebanyakan warga yang mengungsi merupakan warga Turkmen dan warga keturunan Arab yang tinggal di Suriah. Seorang pejabat Turkmen menuturkan, ribuan pengungsi lainnya diperkirakan akan mengungsi ke Turki dalam beberapa hari ke depan, setelah pasukan pro-rezim Assad yang didukung serangan udara Rusia meningkatkan pergerakannya ke kamp yang kebanyakan menampung warga Turkmen di desa Yamadi, Suriah.
Kamp pengungsian di Latakia, Suriah yang hancur akibat serangan militer loyalis Assad (REUTERS/Ammar Abdullah) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seiring semakin meluasnya serangan ke kamp Yamadi, kelompok pertama yang terdiri atas 731 imigran, yang sebagian besar bayi, anak-anak, wanita dan warga lanjut usia, telah masuk ke wilayah negara kami pada 29 Januari," imbuh pernyataan itu.
Kamp pengungsian di Latakia, Suriah yang hancur akibat serangan militer loyalis Assad (REUTERS/Ammar Abdullah) |
Sekitar 200 orang di antaranya telah dikirimkan ke sebuah kamp penampungan di Guvecci, Provinsi Hatay, Turki. Wilayah Yamadi di Provinsi Latakia yang merupakan markas rezim Assad, selama ini dianggap relatif aman hingga serangan militer terus meningkat dalam dua bulan terakhir. PBB menyebut, sebagian besar warga di wilayah ini, kini menjadi pengungsi.
Turkmen merupakan sebutan untuk etnis Turki yang tinggal di wilayah Suriah. Pemerintah Turki marah ketika mengetahui serangan udara Rusia di Suriah juga ditargetkan terhadap Turkmen.
Kamp pengungsian di Latakia, Suriah yang hancur akibat serangan militer loyalis Assad (REUTERS/Ammar Abdullah) |
"Ada serangan dari (militer) Rusia sepanjang akhir pekan terhadap kamp. Syukurlah serangan itu tepat mengenai pusat kamp, tapi ada sekitar 40 orang yang luka-luka. Banyak kota, desa di utara Latakia (Suriah) yang telah dikosongkan. Tapi masih ada sekitar 3 ribu hingga 4 ribu warga sipil yang belum mengungsi," tutur seorang pejabat Turkmen di Yayladagi, Turki.
Serangan udara Rusia di Suriah dilaporkan telah menewaskan 1.400 warga sipil, sejak Rusia memulai operasi militer untuk mendukung rezim Assad sekitar 4 bulan lalu. Turki sendiri menyebut operasi militer Rusia di Suriah ini berisiko memicu krisis pengungsi lebih besar.
(nvc/ita)












































Kamp pengungsian di Latakia, Suriah yang hancur akibat serangan militer loyalis Assad (REUTERS/Ammar Abdullah)
Kamp pengungsian di Latakia, Suriah yang hancur akibat serangan militer loyalis Assad (REUTERS/Ammar Abdullah)
Kamp pengungsian di Latakia, Suriah yang hancur akibat serangan militer loyalis Assad (REUTERS/Ammar Abdullah)