AS Tangkap Anggota Hizbullah Terkait Pengiriman Uang Narkoba ke Suriah

AS Tangkap Anggota Hizbullah Terkait Pengiriman Uang Narkoba ke Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 02 Feb 2016 10:06 WIB
AS Tangkap Anggota Hizbullah Terkait Pengiriman Uang Narkoba ke Suriah
Ilustrasi (AFP PHOTO/MARK RALSTON)
Washington - Otoritas Amerika Serikat menangkap beberapa anggota Hizbullah di wilayahnya. Penangkapan ini terkait pengiriman dana jutaan dolar AS hasil penjualan kokain di wilayah AS dan Eropa ke Suriah untuk membeli senjata.

Selama ini, Hizbullah yang bermarkas di Libanon banyak mengirimkan para anggotanya untuk mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik tak berkesudahan di Suriah. Hizbullah sendiri dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh otoritas AS.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/2/2016), badan antinarkoba AS, Drug Enforcement Administration (DEA) menyatakan sejumlah anggota Hizbullah yang ditangkap termasuk para pemimpin jaringan kelompok itu di wilayah Eropa. Mereka dimasukkan ke penahanan otoritas setempat sejak pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara anggota Hizbullah yang ditangkap, terdapat seseorang bernama Mohamad Noureddine yang dituding DEA sebagai pelaku pencucian uang asal Libanon untuk sayap finansial Hizbullah. AS memberi label Noureddine sebagai teroris global atau specially designated global terorist (SDGT), yang berarti aset-asetnya menjadi sasaran pembekuan oleh otoritas AS.

DEA tidak menyebut lebih jelas ada berapa orang yang ditangkap, maupun di mana mereka ditangkap. Tidak disebut juga jumlah pasti dana hasil penjualan narkoba yang digunakan untuk membeli senjata di Suriah.

"Ini sekali lagi menyoroti bahaya global pertalian antara perdagangan narkoba dan terorisme," demikian pernyataan DEA.

Sedikitnya tujuh negara termasuk Prancis, Jerman, Italia dan Belgia ikut terlibat dalam penyelidikan kasus ini, yang dimulai sejak Februari 2015 dan terus berlangsung hingga kini.

Pekan lalu, Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi terhadap Noureddine dan Hamdi Zaher El Dine, seorang anggota Hizbullah lainnya yang juga dicurigai terlibat praktik pencucian uang.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads