Chen Man ditangkap pada tahun 1992 setelah dituduh membakar sebuah rumah, yang menyebabkan seorang pria tewas. Dia kemudian diberikan hukuman mati dengan penangguhan.
Namun setelah mengajukan banding beberapa kali, pengadilan akhirnya menyatakan bahwa tak ada cukup bukti untuk terus mendakwanya. Pengadilan pun memerintahkan Man dibebaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenjak Presiden Xi Jinping menjabat, pemerintah China berupaya memperbaiki cara pengadilan menangani kasus-kasus gugurnya keadilan. Ini dilakukan untuk meningkatkan keyakinan publik akan sistem hukum China.
Sebelumnya pada tahun 2014, pengadilan China secara anumerta membebaskan seorang warga etnis Mongol, Huugjilt yang telah dieksekusi atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita di toilet umum. Seorang pria lain kemudian dihukum mati atas kasus tersebut.
Menurut kantor berita Xinhua, 27 orang telah dihukum terkait kesalahan vonis terhadap Huugjilt tersebut. Kebanyakan dari mereka mendapat sanksi administrasi, kecuali satu orang di antaranya, yakni mantan wakil kepala kepolisian yang akan dituntut ke meja pengadilan. (ita/ita)











































